MakinBisa.Com

5 Tips Liburan Wisata Agama Islam ke Makam Walisongo

5 Tips Liburan Wisata Agama Islam ke Makam Walisongo

5 Tips Liburan WisataAgama Islam ke Makam Walisongo




Makam Wali Sembilan (Wali Songo) adalah tempat wisata agama yang berhasil menarik kunjungan jutaan wisatawan setiap tahunnya. Inilah salah satu tempat wisata favorit di Indonesia. Mereka mengunjungi makam Walisongo selain untuk tujuan beribadah, juga sekaligus berlibur ke tempat-tempat bersejarah dalam penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Perjalanan wisata mereka umumnya diorganisasi oleh sebuah layanan tour and travel sehingga sekaligus bisa mengunjungi sejumlah tempat wisata terindah yang ada di Pulau Jawa.
Rangkaian tur wisata religi Wali Songo tersebar di Pulau Jawa mulai dari provinsi Banten hingga ujung provinsi Jawa Timur. Makam sembilan anggota wali songo berada di Jawa Timur (Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Drajad, Sunan Bonang, dan Syekh Maulana Malik Ibrahim), Jawa Tengah (Sunan Kalijaga, Sunan Muria, dan Sunan Kudus), dan Jawa Barat (Sunan Gunung Jati). Mereka itulah nama-nama wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Walaupun sebenarnya hanya ada 9 sembilan tempat wisata agama atas nama Wali Songo, namun dalam proses tur religi para wisatawan akan melalui beberapa obyek wisata agama yang sayang untuk dilewatkan. Misalnya kompleks makan keluarga besar Kerajaan Demak, kompleks bangunan wisata sejarah Kesultanan Banten, wisata Danau Panjalu di Ciamis, makam Mbah Sambu di Lasem, kerajinan batik di Pekalongan, dan lain-lain. Jadi anda tidak hanya akan mengunjungi makam kesembilan wali, namun juga objek wisata religi yang lainnya.

Tips Wisata Religi ke Makam Wali Songo
Melalui artikel wisata kali ini saya akan berbagi pengalaman mengikuti wisata agama Islam Wali Songo. Perjalanan wisata rombongan dengan menggunakan bus tersebut memakan waktu 6 hari 5 malam. Hal apa saja yang perlu diketahui sebelum berlibur dan berziarah ke malam Wali Songo? Berikut ini  beberapa tips liburan yang perlu Anda perhatikan.

1. Siapkan kesehatan fisik dan obat-obatan
Persiapan berlibur yang utama adalah kesehatan fisik yang prima. Kondisi geografis tempat wisata walisongo berbeda-beda. Mulai dari daerah pantai di Banten, dataran tinggi Panjalu, hingga puncak Gunung Muria. Semua aktifitas membutuhkan energi yang tidak sedikit. Belum lagi cuaca Indonesia yang panas sepanjang tahun. Siapkan persediaan minum yang banyak agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
Obat-obatan juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi wisatawan yang mengidap penyakit-penyakit tertentu. Obat-obat ringan yang perlu dibawa selama berlibur antara lain minyak gosok, balsem, obat diare, obat sakit kepala, obat masuk angin, dan lain-lain. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah hindari makan makanan terlalu pedas atau masam selama berlibur. Itu semua demi kenyamanan isi perut Anda.

2. Bawalah perlengkapan tidur secukupnya
Kegiatan liburan Wali Songo mirip dengan kegiatan travelling ala backpacker. Wisatawan membutuhkan sedikit dana untuk bisa mengunjungi beragam tempat wisata. Salah satunya adalah kebutuhan tempat tidur atau menginap. Karena liburan walisongo berlangsung secara maraton, maka tidurnya berlokasi di asrama maupun bangsal masjid yang disedikan oleh pengelola tempat wisata.
Berdasarkan pengalaman saya berlibur kemarin, setiap wisatawan dan peziarah yang menginap membutuhkan kain alas tidur, bantal, selimut, dan lotion anti nyamuk. Hindari membawa sleeping bag karena aksi Anda ini tidak umum dilakukan dan akan menarik perhatian wisatawan lain. Itulah bedanya berziarah ke tempat wisata agama dan berlibur ke tempat wisata alam pegunungan.

3. Hindari membawa barang berharga
Sesuai namanya, tur wisata religi adalah kegiatan agama. Jadi, lupakan dulu kegiatan bisnis dan pamer kekayaan selama berlibur. Tidak ada gunanya memakai banyak perhiasan selama berlibur. Selain bisa menjadi sumber dosa riya’, ujub dan takabur, memakai perhiasan selama berlibur juga memancing kejahatan.
Bahkan, Anda tidak perlu membawa laptop maupun gadget mahal lain. Saya kemarin melakukan kesalahan karena membawa laptop. Maksudnya sih ingin tetap aktif memantau email yang masuk dan memeriksa progress sejumlah project penulisan. Ternyata niat itu nggak kesampaian. Laptop yang saya bawa cuma jadi bahan pemberat perjalanan. Nggak ada waktu untuk sekedar menulis sebuah artikel lengkap. Yang bisa dilakukan hanya update status Facebook dan Twitter lewat handphone.
Berwisata religi ke makam walisongo sangat melelahkan sekali, jadi walaupun perjalanan yang di lakukan cukup lama dan anda berpikir memiliki banyak waktu luang di dalam kendaraan. Dugaan tersebut tidaklah benar karena pastinya anda akan banyak beristirahat karena kelelahan naik turun kendaraan mengunjungi makam-makam para wali yang berbeda-beda tempat atau berbeda kota.

4. Membeli oleh-oleh pada perjalanan pulang
Salah satu sifat dasar ibu-ibu yang ikutan tur ziarah Wali Songo adalah kemaruk berbelanja. Segala barang yang terlihat lezat untuk dimakan, bentuknya unik, menarik, dan unyu-unyu, pasti pengen mereka beli. Padahal perjalanan liburan baru dimulai tapi mereka sudah keburu mau borong oleh-oleh. Yang terjadi adalah mereka memenuhi ruang bagasi dan space tempat duduk. Belum lagi aroma makanan yang dibeli menusuk hidung. Itulah salah satu siksaan terberat bagi kawan-kawan wisatawan yang lain.
Usahakan Anda membeli oleh-oleh liburan ketika perjalanan kembali pulang. Misalnya, liburan dimulai dari Surabaya menuju jalur pantura (pantai utara), lalu lanjut ke Jakarta dan Banten. Jika berangkat dari Pantura, biasanya jalur kembali akan lewat pantai selatan. Maka Anda bisa membeli oleh-oleh di beberapa kota di selatan Pulau Jawa. Misalnya: Cilacap, Magelang, Yogyakarta, Madiun, dan lain-lain.

5. Ketahui adat-istiadat dan karakter masyarakat setempat
Prinsip yang harus diingat selama kita berlibur adalah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Walaupun tempat berlibur masih termasuk wilayah dalam negeri, kita harus tetap menghargai norma-norma dan adat istiadat yang berlaku secara lokal. Setiap wisatawan harus mengetahui hal apa saja yang boleh dilakukan dan hal apa saja yang dilarang selama mereka berada di sebuah obyek wisata agama.
Untuk itu, Anda perlu mencari tahu informasi tersebut melalui internet, majalah, maupun bertanya kepada orang yang sudah pernah berkunjung kesana. Masyarakat yang tinggal di wilayah administratif yang berbeda, akan memiliki karakter yang berbeda pula dengan Anda. Pengetahuan mengenai karakter masyarakat akan memudahkan wisatawan ketika bertanya arah, menawar barang yang akan dibeli, maupun meminta bantuan kecil kepada penduduk setempat tentang nama anggota wali songo.

Berwisata religi memang sangat menyenangkan, apalagi di tambah dengan tambahan pahala yang akan anda dapatkan. Jadi anda tidak hanya akan mendapatkan liburan yang menyenangkan namun juga akan mendapatkan pahala ketika berlibur karena anda akan mengunjungi makam para sunan yang memiliki sejarah penting atas perkembangan agama islam di Indonesia.

Demikian tips liburan yang bisa saya bagi kali ini. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu Anda mempersiapkan diri berlibur sekaligus beribadah ke makam Wali Songo. Semoga kegiatan liburan dan ziarah yang Anda lakukan di makam Wali Songo bisa membawa berkah bagi diri sendiri dan keluarga. Mari jelajahi kekayaan budaya Indonesia! Semoga bermanfaat, terimakasih.

Gallery of 5 Tips Liburan Wisata Agama Islam ke Makam Walisongo

Write your feedback about "5 Tips Liburan Wisata Agama Islam ke Makam Walisongo" here

Post that Related with 5 Tips Liburan Wisata Agama Islam ke Makam Walisongo

Sorry, no posts matched with "5 Tips Liburan Wisata Agama Islam ke Makam Walisongo".