MakinBisa.Com

Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat

Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat

Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat

 

 

 

Beberapa orang tua banyak yang memilih untuk memasukkan anak ke sekolah mereka ketika usia dini. Mereka memiliki beberapa alasan di antaranya agar anak tumbuh cerdas dan mereka memasukkan anak mereka ke sekolah terlalu cepat.

DI usia emas yakni 0 hingga 5 tahun, otak anak akan menyerap seperti spons, karena itu banyak yang menyadari bahwa usia tersebut adalah usia yang tepat untuk menanamkan berbagai pengetahuan dan keterampilan melalui sekolah.

Psikolog keluarga dari Yayasan Kita & Buah Hati, Elly Risman, S. PSI., memiliki pendapat yang berbeda, menurut Elly, bagian otak anak pada usia dini sedang berkembang pesat adalah pusat perasaan, bukan pusat berpikir, kebutuhan anak di usia 0 hingga 8 tahun adalah bermain dan kelekatan.

“Balita harus menjadi anak yang bahagia, bukan anak yang pintar,” tegas Elly.

Orang tua sendiri menyekolahkan anaknya sejak dini biasanya mengatakan bahwa anak perlu belajar bersosialisasi dan berbagi, meski begitu, Elly membantah “Anak usia di bawah lima tahun belum saatnya belajar bersosialisasi, ia belum bisa bermain Bersama,” kata Elly.

Bermain bersama adalah yang bisa dilakukan oleh si kecil, bermain bersama sendiri adalah berbagi permainan yang sama, sedangkan bermain bersama-sama berarti hanya bermain di waktu dan tempat yang sama, tetapi tidak berbagi mainan.

Mungkin ada yang berpikir bahwa anak-anak hanya bermain ketika di sekolah, dan banyak mainan yang bermacam-macam dan juga merangsang kreativitas anak.

Elly menjawab hal tersebut dengan mengatakan permainan terbaik untuk balita adalah tubuh Ayah dan Ibu si kecil, misalnya ketika sedang bermain petak umpet, laqgi pula hal ini menciptakan kelekatan antara anak dan orang tua.

Selain itu, ada dampak pada anak jika mereka sekolah terlalu dini, dimana menurut Elly, jika semakin cepat anak menyekolahkan anak, maka anak akan semakin cepat mengalami bosan, kesepian, takut, marah, stress, dan juga Lelah.

Beberapa penelitian juga menunjukkan efek negatif menyekolahkan anak terlalu muda, persyaratan masuk TK sendiri di Amerika Serikat biasanya harus berusia lima tahun per satu September.

Dan hasil penelitian para ahli di University of Toronto dan juga University of Florida dimana apapun tingkat Pendidikan dan pendapatan orang tua-nya, anak anak di Florida yang berulang tahun di Bulan Agustus memiliki skor tes SD yang lebih buruk, cenderung tidak kuliah, dan berisiko di penjara karena melakukan tindakan criminal di bawah umur.

Pada usia 0-8 tahun, selisih umur setahun saja membuat perkembangan dan kematangan anak tentu jauh berbeda, ketika anak mendapat Pendidikan yang tidak sesuai tingkat

perkembangannya, anak bisa merasakan tidak cakap, cemas, dan bingung. Karena tidak bisa memenuhi ekspektasi akademik dan perilaku.

Sekolah zaman sekarang memang rasanya lebih susah dibandingkan ketika zaman sekolah saat ini, meski begitu ada juga keuntungan menyekolahkan anak saat cukup umur, menurut Elly, anak bisa dimasukkan ke sekolah jika ia sudah menunjukkan minat untuk bersekolah serta bisa memperlihatkan kemampuannya di sekolah.

Meski begitu, masuk sekolah juga masih memiliki keuntungan dimana tentu saja beberapa hal tersebut bisa membuat anak lebih bisa beradoptasi mengenai hal tersebut dan juga bisa membiarkan anak dari kecil sudah terbiasa dengan sekolah agar mereka juga bisa mengerti bahwa mereka bukan satu-satunya anak di dunia ini dan masih banyak anak lain dan membuat mereka tidak manja atau selalu meminta sesuatu kepada Anda.

Gallery of Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat

Write your feedback about "Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat" here

Post that Related with Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat

Sorry, no posts matched with "Inilah Dampaknya Apabila Anak Sekolah Terlalu Cepat".